Diduga Kepsek SMKN 4 Manado Selewengkan Dana BOS Hingga Gaji Honorer, Kadis Diknas Sulut Diam

Manado, Maesaanwayanews.com – Kepala Sekolah (Kepsek) Gartianus Sintinuwo, SMK Negeri 4 Manado diterpa isu tak sedap. Dimana dirinya diduga kuat selewengkan sejumlah anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Dari informasi yang diperoleh dari salah satu sumber yang enggan namanya dipublikasikan, Bos reguler Tahun 2024 Pinjaman Uang dari Seorang Guru berinisial JK senilai RP20 Juta untuk pembelian buku.

“Pada kenyataannya anggaran BOS Tahun 2024 sudah ada mata anggarannya dengan nilai yang sama. Masih di Tahun 2024 dana honorer di markup senilai RP 36 Juta, dan sudah menjadi temuan BPK. Tahun 2024 bulan desember ada saldo tunai senilai RP 22 Juta yang tercatat di sistem ARKAS,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskannya lagi mengenai Bos Kinerja. Tahun 2024 bulan desember ada saldo tunai senilai kurang lebih 13 Juta yang tercatat di sistem ARKAS.

“Saldo tunai Bos Reguler dan kinerja yang tercatat di system ARKAS totalnya menjadi RP 35 Juta yang pada kenyataannya tidak sesuai. Saat itu dana tunai yang tersimpan di brankas tidak mencapai 10 juta,” jelasnya.

Sehingga saat pemeriksaan oleh BPK Tahun 2025 untuk pengecekan saldo tunai kepsek meminjamkan lagi kepada Guru JKsenilai RP 20 juta untuk mengelabui pemeriksaan BPK sehingga dana terlihat masih utuh RP 35 Juta.

“Terkait temuan BPK hasil pemeriksaan Tahun 2024 dana honorer di markup senilai 36 Juta + Nota Listrik yang tidak jelas, mengakibatkan total TGR menjadi +-40 am Juta. Pelunasan TGR tersebut dibayar menggunakan dana Bos Kinerja dan reguler Tahun 2025,” pungkasnya.

Akibat kejadian ini, Anggaran Tahun 2025 ada beberapa kegiatan yang sudah dianggarkan melalui, ARKAS belum dapat berjalan sesuai dengan perencanaan pada ARKAS. Terhambatnya pembayaran Honor dan Proses rekon.

Kepsek Gartianus Sintinuwo saat dikonfirmasi tak nampik terkait penggunaan dana Bos serta jagi honorer tersebut.

“Ia benar, itu semua sudah di periksa oleh BPK,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulut, Femmy Suluh saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp terkait kasus tersebut tidak menanggapi dan terkesan diam.

Hal ini berbanding terbalik dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dibawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur, Viktor Mailangkai untuk memberantas korupsi di Sulut. Dimana, Gubernur Yulius menegaskan sangat disiplin dalan penggunaan anggaran dan akan menindak tegas koruptor yang ada di Sulut.

“Saya sebagai Gubernur berdisiplin dalam penggunaan anggaran. Karena saya mau tangkap orang-orang yang korupsi! Itu misi saya. Saya tidak main-main! ” tegas Gubernur Yulius.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulut, Femmy Suluh saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp (0812-4301-***) terkait hal tersebut tidak menanggapi dan terkesan diam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *