Manado, Maesaanwayanews.com – Terduga tersangka berinisial IKM dalam dugaan korupsi Ruang Kelas Baru SMAN 1 Siau Timur tahun anggaran 2022, resmi ditahan Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Jumat (27/02/26).
Penyidik menduga IKM menyalahgunakan wewenangnya saat menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Pihak kejaksaan menemukan fakta bahwa tersangka mengelola sendiri proyek tersebut secara ilegal. Seharusnya, CV Ibrian Jaya Pratama selaku pemenang kontrak yang mengerjakan pembangunan itu. Namun, IKM justru mengambil alih pekerjaan dan melaksanakannya secara asal-asalan tanpa mengikuti spesifikasi kontrak yang telah mereka sepakati.
Akibatnya, proyek senilai Rp489.999.705 tersebut kini dalam kondisi mangkrak. Bangunan kelas tidak dapat berfungsi sehingga merugikan para siswa. Selain itu, IKM tetap mencairkan pembayaran meskipun prestasi pekerjaan di lapangan tidak sesuai dengan laporan kemajuan fisik.
Berdasarkan hasil audit sementara dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, negara mengalami kerugian sebesar Rp346.972.764. Angka ini mencakup hampir 70 persen dari total nilai kontrak pembangunan tersebut. Jaksa penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 603 jo Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi.
Saat ini, IKM menjalani masa penahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Kelas IIA Manado. Kejaksaan memastikan proses hukum akan berjalan transparan sesuai dengan bukti-bukti yang telah tim penyidik kumpulkan sejak September 2025 lalu.
Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Sitaro, Anang Suhartono S.H., M.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan main-main dalam menangani perkara ini. Langkah tegas ini merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah pusat dalam menciptakan tata kelola keuangan daerah yang bersih.
”Kami akan terus mengusut tuntas kasus ini sebagai bentuk komitmen untuk mendukung Asta Cita Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam pemberantasan korupsi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kepulauan Sitaro,” ujar Anang Suhartono.
Anang juga mengajak masyarakat untuk tetap kritis memantau setiap proyek pembangunan di daerah. Partisipasi aktif warga sangat penting untuk memastikan dana negara memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat luas.






