Mitra, Maesaanwayanews.com – Sejumlah tokoh muda, kompak berpegangan tangan menyambangi dan memberikan support terkait dengan masalah yang terjadi di GMIM Silo desa Watuliney, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Sabtu (06/12/25).
Tokoh-tokoh muda tersebut adalah Advokat Sulut Krisman Wilhelmus SH., MH., Jun Parasan selaku ketua Tidar Manado, Komisaris PT PPSU Sulut Sany Warau, Aktivitas Muda Legal Ayub Mamengko dan pengusaha muda Yan Andreas.
Mereka semua dengan penuh kekompakan mengunjungi dan memantau langsung atas kejadian yang terjadi di desa Watuniley dan desa Molompar. Kehadiran mereka sontak memberi energi dan support bagi masyarakat dan aparat penegak hukum yang ada di kedua desa tersebut.
Dimana didampingi oleh Tampak juga hadir Kapolres Mitra AKBP Handoko Sanjaya, S.I.K., M.Han., secara bersama-sama berkolaborasi untuk menunjukkan kepedulian.
Dalam kunjungan tersebut, ada pesan penting terselip yang disampaikan ketua Tidar Manado dan Advokat Krisman Wilhelmus SH., MH.
“Menjaga toleransi di Sulawesi Utara merupakan tanggung jawab bersama bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum,” beber Jun Parasan.
“Karena untuk menyatukan dan untuk menjaga stabilitas suatu negara dimulai dari bawah, dari desa kemudian sampai ke tingkat nasional. Sehingga setiap orang akan menyadari pentingnya rasa tanggung jawab, rasa saling menghargai, terlebih rasa toleransi antar umat beragama,” pungkas Advokat Krisman Wilhelmus SH., MH.,






