Boltim, Maesaanwayanews.com – Sulawesi Utara (Sulut) yang terkenal dengan keaneka ragaman suku, budaya, dan agama. Menjaga keharmonisan menjadi fondasi utama dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Kapolres Bolaang Mongondow Timur (Boltim), AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, S.H., M.Si., memberikan imbauan mendalam kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus merawat kerukunan dan menolak segala bentuk perpecahan.
Pesan ini selaras dengan narasi kebangsaan yang digaungkan oleh Humas Polda Sulut:
“Di tanah Nyiur Melambai, perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling merangkul. Sulawesi Utara berdiri kokoh dalam damai, dipersatukan oleh budaya, dihiasi toleransi, dan dijaga oleh semangat Torang Samua Basudara”.
Mantan anggota Densus 88 Anti Teror Mabes Polri ini menegaskan, bahwa terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif tidak bisa dicapai oleh aparat kepolisian sendirian. Perlu ada kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat.
“Keamanan dan kerukunan masyarakat adalah tanggung jawab bersama. Melalui pendekatan humanis dan sinergi bersama seluruh elemen masyarakat, Polri akan terus hadir di garda terdepan untuk memastikan situasi Kamtibmas di Sulawesi Utara, khususnya di wilayah Bolaang Mongondow Timur, tetap aman dan kondusif,” beber
Dalam era digital yang bergerak cepat, Kapolres juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi. Narasi visual dalam kampanye “Jaga Kerukunan Antar Warga Sulut: Beda Suku Budaya Agama Bahasa, Kita Satu Kita Indonesia” menjadi pengingat kuat bahwa persatuan adalah harga mati.
Orang nomor satu di Polres Boltim ini meminta warga untuk waspada terhadap pihak-pihak yang ingin memecah belah kedamaian daerah.
“Dengan semangat Torang Samua Basudara, mari kita bersama-sama menjaga Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara tetap menjadi tanah yang damai, aman, dan penuh senyuman,” pintanya.
Pesan Damai Datang dari Timur Tanah Totabuan, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan; Perbedaan kekuatan untuk saling merangkul
Boltim, Maesaanwayanews.com – Sulawesi Utara (Sulut) yang terkenal dengan keaneka ragaman suku, budaya, dan agama. Menjaga keharmonisan menjadi fondasi utama dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Kapolres Bolaang Mongondow Timur (Boltim), AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, S.H., M.Si., memberikan imbauan mendalam kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus merawat kerukunan dan menolak segala bentuk perpecahan.
Pesan ini selaras dengan narasi kebangsaan yang digaungkan oleh Humas Polda Sulut:
“Di tanah Nyiur Melambai, perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling merangkul. Sulawesi Utara berdiri kokoh dalam damai, dipersatukan oleh budaya, dihiasi toleransi, dan dijaga oleh semangat Torang Samua Basudara”.
Mantan anggota Densus 88 Anti Teror Mabes Polri ini menegaskan, bahwa terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif tidak bisa dicapai oleh aparat kepolisian sendirian. Perlu ada kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat.
“Keamanan dan kerukunan masyarakat adalah tanggung jawab bersama. Melalui pendekatan humanis dan sinergi bersama seluruh elemen masyarakat, Polri akan terus hadir di garda terdepan untuk memastikan situasi Kamtibmas di Sulawesi Utara, khususnya di wilayah Bolaang Mongondow Timur, tetap aman dan kondusif,” beber Hasiholan.
Dalam era digital yang bergerak cepat, Kapolres juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi. Narasi visual dalam kampanye “Jaga Kerukunan Antar Warga Sulut: Beda Suku Budaya Agama Bahasa, Kita Satu Kita Indonesia” menjadi pengingat kuat bahwa persatuan adalah harga mati.
Orang nomor satu di Polres Boltim ini meminta warga untuk waspada terhadap pihak-pihak yang ingin memecah belah kedamaian daerah.
“Dengan semangat Torang Samua Basudara, mari kita bersama-sama menjaga Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara tetap menjadi tanah yang damai, aman, dan penuh senyuman,” pungkasnya.






