Manado, Maesaanwayanews.com – Setelah munculnya nama aktivis, Calvin Castro sebagai bakal calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Manado, rupanya memicu reaksi beragam dari kubu kandidat lain. Teranyar potongan video lama penangkapan Castro oleh Resmob Polda kembali disebar luaskan oleh salah satu oknum yang diduga kuat orang dekat salah satu bacal calon Ketua KONI Manado.
“Masalah saya dengan Calvin sudah selesai,” tegas Fokla saat dihubungi lewat telepon, Kamis (04/12/25).
Pernyataan tersebut diperkuat dengan adanya pengakuan dari penyidik yang menangani kasus tersebut.
“Masalah antara Fokla dengan Calvin Castro sudah selesai,” kata penyidik yang enggan namanya dipublikasikan.
Calvin Castro menjelaskan bahwa kejadian bermula dari sebuah pemberitaan terkait dugaan bisnis gelap solar subsidi.
“Seorang wartawan meminta tanggapan, yang kemudian menjadi dasar penulisan berita itu. Saya tidak pernah meminta uang. Tidak ada bukti chat apa pun yang menunjukkan saya meminta uang. Tapi nama saya diseret, dan sekarang video yang tidak diverifikasi dipakai lagi untuk menyerang saya secara politik,” jelas Calvin.
Setelah seluruh proses BAP rampung, Polda Sulut akhirnya menerbitkan surat perintah pelepasan karena tidak ditemukan cukup bukti untuk menahan atau menjerat dirinya.
”Saya menghormati Polda Sulut yang bekerja profesional dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah,” pungkasnya.












