Mitra, Maesaanwayanews.com – Penertiban yang dilakukan diwilayah Kebun Raya Megawati Soekarnoputri rupanya dianggap isapan jempol semata oleh kedua terduga pelaku Pertambangan Tampa Ijin (PETI) yang bernama Aping Abraham dan Brayen Koyo.
Berdasarkan informasi tersebut, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulut, Kombes Pol FX Winardi Prabowo sontak menanggapi hal tersebut.
“Kami akan menurunkan tim ke kebun Raya,” beber Prabowo.
Kita tau bersama, saat penindakan oleh pihak Polda Sulut, di pimpin langsung Dirreskrimsus, Kombes Pol FX Winardi Prabowo, ternyata hanya angin lalu dan tidak ada kekuatan atau dasar hukum yang bisa menjerat para pelaku aktifitas penambang peti di kebun raya Megawati Soekarnoputri.
Ketua Umum LSM GTI Fikri Alkatiri angkat bicara suara terkait aktivitas tersebut.
“Dengan hal ini Polda sulut melalui polres Mitra tidak sanggup untuk melakukan penindakan tegas. Karena sampai hari ini baliho penindakan dan larangan masih terpampang tapi sampai detik ini masih banyak aktivitas di atas,” tegas Fikri.
Lebih lanjut dikatakannya mengatakan, jika kinerja polres Mitra tidak bisa diandalkan sebagiknya di evaluasi.
“Saya mendesak Polda Sulut mencopot kapolres AKBP Handoko sanjaya, yang di nilai gagal menuntaskan malahan coba-coba memberi ruang untuk para pelaku mafia aping dan brayen. Kami juga meminta kepada Polda Sulut menangkap brayen dan aping diduga pelaku Mafia PETI,” pungkasnya.












