Mitra, Maesaanwayanews.com – Perselisihan Tanah di Pasolo Ratatotok masi terus berlanjut. Teranyar beredar video yang menyebut nama Sehan dan Chandra. Munculnya kedua nama ini sontak jadi pertanyaan siapa sebenarnya kedua sosok tersebut.
Dari informasi yang ramai diperbincangkan, kedua sosok ini berperan penting dalam aktivitas Pertambangan Emas Tampa Ijin (PETI) di lokasi tanah Pasolo Ratatotok.
Kenapa mereka berdua diduga kuat mempunyai peran penting. Berikut aktivitas dan pekerjaan kedua orang tersebut;
SA alias Sehan, seorang aktivis di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR) dan Sulawesi Utara (Sulut), serta Ketua LSM Insan Totabuan. Ia dikenal karena sering menyuarakan isu-isu hukum dan sosial, termasuk dugaan kasus kekerasan dan masalah pertambangan.
Dirinya aktif sebagai aktivis dan dalam beberapa kesempatan bertindak sebagai kuasa kepemilikan atau perwakilan dalam kasus hukum. Sering muncul di media lokal terkait desakannya kepada aparat penegak hukum (APH), untuk memproses kasus-kasus tertentu.
Dia juga terlibat dalam isu pertambangan di Ratatotok dan perselisihan lahan. Pernah menjadi subjek laporan polisi dan bahkan pernah ditahan oleh penyidik Polda Sulut terkait kasus hukum di masa lalu. Namanya juga muncul dalam direktori putusan Mahkamah Agung.
CD alias Chandra, adalah seorang perwakilan dari Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesia (KANNI) Sulut, dan juga dikenal sebagai Pemerhati Masyarakat Penambang Ratatotok. Ia seringkali menyuarakan isu-isu terkait penambangan rakyat, terutama di wilayah Sulawesi Utara, dan pernah mengirim surat terbuka kepada Presiden Prabowo untuk meminta perhatian terhadap nasib para penambang.
Dalam video yang beredar, nama Sehan disebutkan oleh sejumlah orang yang datang beraktifitas di lahan yang bermasalah tersebut.
“Torang dijanjikan oleh Chan dan Sehan, dijanjikan 2000 paket, sebelum aktivitas ditanah ini terhenti karena masalah. Torang bilang Desember sebelum tanggal 25 torang so ada doi. Jadi torang so beking bak torang akan isi ini,” jelas sala satu warga dalam video tersebut.
Ketua LSM Garda Timur Indonesia (GTI), Fikri Alkatiri, Mendesak kiranya Polda Sulut segera menagkap ke dua nama yang disebutkan oleh para security itu.
“Cukup jelas dibeber oleh security bahwa dua oknum ini menjanjikan 2000 baket matrial untuk diberikan kepada puluhan security, tapi karena akibat janji itu tidak direalisasikan, maka kemudian mereka (Security-red), bertindak sendiri dan melakukan kegiatan penambangan emas dilokasi yang telah di policeline ini,” beber Fikri Alkatiri pada awak media Kamis 13 November 2025.
“Dugaan kami bahwa dua nama yang disebutkan oleh security itu, masing-masing Sehan dan Can, diduga kuat adalah otak pemicu masalah. dan ini tidak boleh dibiarkan. sehingga, kami mendesak agar Polda Sulut dapat melakukan tindakan hukum yang tegas, tangkap dua oknum yang disebutkan dan yang menjanjikan itu,” tambahnya.
Senada juga di sampaikan aktivis Sulut Indra Mamonto, bahwa lokasi PETI yang sudah diberi tanda garis polisi, harusnya tidak ada aktivitas kegiatan penambangan emas ilegal lagi.
“Bukannya lokasi PETI tersebut telah di Policeline? Tapi kenapa kata Mamonto, ada aktivitas penambangan emas ilegal menggunakan alat berat excavator,“ tanya Indra Mamonto.
Dikatakannya, Polisi tidak boleh kalah dengan preman ataupun berkedok security. apapun alasan mereka, penambangan emas ilegal itu menyalahi aturan, dan harapan kami masalah ini tidak boleh ada pembiaran dan secepatnya dilakukan penindakan hukum.
“Sederhana menyimak isi video yang viral tersebut, tangkap saja dua nama oknum yang disebutkan oleh para security itu, karena terindikasi kuat itu penyebab kenapa sampai ada aktivitas penambangan emas lagi di lokasi yang telah di policeline oleh Polda Sulut itu, hal ini akibat janji yang tidak diselesaikan antara pihak sehan Cs dan para security, maka diduga kuat ke dua orang itu dalang biang kerok munculnya masalah,” ujar Mamonto.
Tambahnya, menghimbau, kiranya para security itu tidak melakukan tindakan yang menyalahi aturan, karena apapun alasannya, lokasi itu dalam masalah hukum. maka harusnya tidak ada kegiatan yang berlangsung disana.
Sementara itu, terkait hal ini, CD alias Chandra saat dihubungi lewat Chatingan WhatsApp dalam nomor +62 823-4922-2xxx tidak menanggapi.












