Manado, Maesaanwayanews.com – Maraknya aksi preman dengan mengunakan Senjata Tajam (Sajam), yang sangat meresahkan masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi Utara (Sulut), Mendorong Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda) bergerak cepat melakukan antisipasi dengan membentuk Tim Unit Reaksi Cepat (URC) untuk pemberantasan Premanisme.
Ahasil belum lama dibentuk, tim URC Resmob Polda Sulut mendapat apresiasi dari salah satu tokoh masyarat, yang adalah aktivis 1998 Jimmy Robert Tindi, dimana dirinya sangat mendukung langkah tim URC, yang dengan cepat melakukan penindakan tegas terukur.
“Saya mengapresiasi kinerja Kepolisian dalam hal ini Polda Sulut serta Polresta Manado, terkait pemberantasan premanisme. Bagi kita tidak perlu ragu-ragu dalam pemberantasan premanisme, untuk melakukan tindakan-tindakan terukur, seperti tembak di tempat dan lain-lain,” tugas sosok yang lantang menyuarakan kepentingan dan kesejahtraan masyarakat.
Tidak sampai disitu, dirinya memberi dorongan dan semangat kepada tim URC agar jangan ragu mengambil tindakan dalam pemberantasan Premanisme.
“Tidak perlu bicara soal HAM untuk masalah premanisme. Karena ini menyengsarahkan masyarakat, memberikan tidak kenyamanan. Sekarang kita saja kalau beraktifitas malam hari terbatas karena tidak aman, ketakutan, dimana-mana ada masalah sajam. Jadi sajam ini seolah-olah jadi kewajiban harus dibawa kemana-mana, ketika terjadi seswatu tiba-tiba dilakukan pembunuhan, penikaman dan lain-lain,” tambahnya.
“Beberapa bulan terakhir ini langkah Polda Sulut dan juga untuk Polres Manado untuk melakukan pemberantasan premanisme sudah efektif. Kita sangat mendukung dan memberikan apresiasi langkah ini. Ini suda sesuai jargon Polri Presisi, artinya Polisi kita dalam hal ini Polda Sulut mengalami perubahan, jadi tindakan seperti ini perlu kita apresiasi dan didukung juga oleh seluruh elemen-elemen masyarakat. Untuk para pelaku-pelaku seperti itu jangan lagi bicara soal HAM. Sementara pelaku kejahatan, pelaku kriminal tidal perna memperhatikan hak asasi lainya,” jelas Korwil Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia-KPBI Sulut.
Tidak lupa juga dirinya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat, dan aparat penegak hukum yang terkait agar bersama-sama memberantas premanisme.
“Langkah ini harus juga di dukung oleh seluruh elemen masyarakat termasuk para orang tua dan sekolah. Kalo perlu tiap sekolah yang besar dilakukan swiping senjata tajam, periksa setiap murit. Jangan ada yang membawa senjata tajam. Karena suda ada contoh kasus penikaman dengan senjata tajam, anak SMP meningal di tikam megunakan Sajam.
Jadi maju terus, langkah ini harus tetap dilaksanakan, semua harus mendukung dalam penindakan, pihak kejaksaan sampai pihak pengadilan. Dalam tindakan pengamanan ini, kita salut dan memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian untuk melakukan penindakan, jangan berhenti,” pungkasnya.
Langkah Polda Sulut membentuk Tim URC menjadi Sinyal tegas untuk para premanisme yang selama ini mengangu keamanan, ketertiban serta kenyamanan publik. Belum lama ini, Institusi Polri menunjukkan tren positif dalam Survei Litbang Kompas terbaru. Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri versi Survei Litbang Kompas naik signifikan. Survei Litbang Kompas mencatat kepercayaan publik terhadap Polri naik menjadi 82,4%. Sebelumnya pada 2025, kepercayaan publik terhadap Polri berada di angka 76,2%.
“Survey Litbang Kompas sudah sangat teruji, tentunya hasil survey ini karena Kerja Keras Kapolri dalam memperbaharui citra Lembaga Kepolisian di Negeri ini. Di daerah sendiri Dampak dari Jargon Presisi yang di usung kepolisian cukup signifikan merubah pola pikir dan pola kerja para aparat setiap Tingkatan.
Kedepannya tentu kondisi ini tetap di pertahankan atau lebih di tingkatkan lagi. Untuk Polda Sulut Giat Pemberantasan Premanisme agar tetap di jalankan dan lebih di pertegas lagi. Tak perlu ragu-ragu untuk melakukan tindakan tegas terukur pada pelaku tindak kejahatan,” tutupnya.











